-->
8NquiGm24zTTdA1Cxmb4apg28zzZztBUPptvFDM0
Strategi Breakout Trading Forex

Iklan Billboard 970x250

Iklan 728x90

Strategi Breakout Trading Forex

Menerapkan breakout trading, menjadi salah satu situasi yang membuka peluang trader memperoleh profit. Kalau Anda ingin tahu pengertian breakout, apa kondisi yang mendorongnya? dan bagaimana mengaplikasikannya akan dijelaskan pada artikel ini.


Apa Pengertian Breakout Trading?

Breakout menjadi sebuah situasi saat harga pasar tembus keluar dari area harga/wilayah konsolidasi pada sebuah aset. 

Breakout juga umumnya dipakai dalam penyebutan situasi saat terjadi penembusan suatu level harga. Misalnya pada level resistance, support, pivot point, fibonacci dan sebagainya. 

Breakout trading melawan pemahaman lazim para trader yang punya pemahaman harus sell saat harganya tinggi dan harus buy saat harganya rendah.

Support resistance akan dilihat polanya. Ketika breakout terjadi, trader malahan akan melakukan sell saat di bawah level support dan buy di atas level resistance.

Saat menerapkan trading breakout, maka ketika ambil posisi harus dilakukan segera setelah harganya breakout dan kemudian membiarkannya dalam posisi terbuka sampai nilai volatilitasnya semakin rendah. 

Aplikasi Breakout Trading

Strategi breakout trading dilakukan saat kelihatan trend kuat dan disaat bersamaan kondisi pasar sedang ramai. Ini dapat dilihat pada trendline forex. 

Ilustrasinya seperti orang yang sangat kuat memukul sebuah papan. Tentu akan mudah ditembus bukan?Tren pasar tersebut punya potensi menembus resistance dan support.

Berikutnya, Anda harus melihat trend kuat sebelum menerapkannya supaya probabilitas profit tinggi. Hal yang patut diperhatikan saat analisa pola chart bahwa seberapa banyak volume trading pada satu waktu tidak dapat dilihat. 

Beda halnya dengan futures atau saham. Karenanya, strategi breakout perlu memiliki kriteria tertentu dalam mendeteksi peluang bisa terjadi. 

Kriteria itu berdasarkan analisa pola chart. Dilihat berdasarkan besar kecilnya pergerakan harga candlestick pada time frame menit atau jam. Apabila candlestick panjang atau besar, maka bisa disebut volatilitasnya tinggi, demikian juga sebaliknya. 

Alternatif lain untuk penerapan strategi breakout trading, memakai Average Directional Index. 

Indikator ini banyak dikenal untuk pengukuran kekuatan trend. Walaupun memang, banyak indikator lainnya yang bisa digunakan untuk membantu supaya volatilitas terdeteksi. 
Read Also
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment

Iklan Tengah Post